Minggu, 07 Februari 2021

Apa Saja Jenis Tes dalam Metode Assessment Center?


Setiap perusahaan menetapkan standar tersendiri untuk menentukan siapa yang dibutuhkan sebagai pekerjanya. Mereka menyaring karyawan dengan memetakan potensi dan motivasi kerjanya. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, Assessment Center Indonesia hadir memberikan solusi efektif. 

Karyawan yang potensinya sesuai dengan kebutuhan dan bermotivasi tinggi untuk mendukung produktivitas dan mendorong kemajuan perusahaan. Metode Assessment Center (AC) cocok dipakai sebagai sistem penilaian karena terdiri dari berbagai aspek dan memiliki validitas yang tinggi. 

Metode Assessment Center sudah sering diterapkan untuk mengukur kemampuan karyawan. Salah satunya adalah SMART AC yang ditawarkan oleh konsultan HR berpengalaman, yakni ASI Asia Pacific. Terdapat beberapa jenis tes asesmen yang biasanya ada di dalam metode assessment, di antaranya: 

1. Focus Group Discussion (FGD)

FGD merupakan proses asesmen yang dilakukan dalam suatu forum diskusi. Nantinya, isu tertentu akan dilempar untuk ditanggapi oleh para peserta. Penilai akan mengetahui persepsi, pengetahuan, sikap dan motivasi dari jawaban setiap peserta. 

2. Tes Psikometri

Tujuan utama dari tes psikometri adalah mengidentifikasi kemampuan kognitif yang dimiliki karyawan. Dalam laman dosenpsikologi.com dijelaskan bahwa salah satu fungsi dasar psikometri adalah mengenal kekuatan dan kelemahan seseorang. 

Hal tersebut tentu menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan saat melakukan rekrutmen. Aspek yang diuji biasanya seperti verbal, numeral dan penalaran abstraksi. Tes psikometri ini sudah memiliki reliabilitas dan validitas yang teruji. 

3. Wawancara

Jenis asesmen ini sudah lazim dalam setiap proses rekrutmen. Perusahaan tidak main-main dalam melakukan wawancara sebab sudah berpedoman pada indikator yang terstruktur. Dengan cara ini, pihak perekrut akan mengetahui bagaimana karyawan bersikap dan berpikir. 

4. Analisis Kasus Bisnis 

Dapat dikatakan, analisis kasus hampir mirip dengan FGD. Hanya saja, analisis kasus dilakukan per individu bukan dalam suatu kelompok yang mengharuskan adanya kerjasama. 

Calon karyawan akan diuji kemampuannya untuk menanggapi dan memberi solusi atas kasus yang disodorkan. Dengan begitu, penilai dapat melihat apakah karyawan dapat diandalkan nantinya untuk meng-handle persoalan yang ditemui selama bekerja. 

5. Presentasi 

Kemampuan karyawan dalam menjelaskan suatu hal secara efektif dan mengenalkan produk tertentu juga akan dinilai. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui apakah seseorang mampu membuat orang lain paham dan memengaruhi orang lain untuk mencoba produk/jasa yang ditawarkan. 

6. Role Playing

Inti dari role playing adalah menyelesaikan suatu permasalahan. Namun, mekanisme yang digunakan biasanya memberikan simulasi khusus. Di mana, tiap individu diberikan peran untuk menduduki jabatan tertentu. 

Kemudian, dihadapkan dengan pihak lain yang juga berperan sebagai pemegang jabatan dalam perusahaan. Tujuan dari role playing ini adalah untuk melihat kesiapan dan kesanggupan seseorang untuk mengerjakan tugas yang diembannya nanti. 

Rangkaian asesmen tersebut dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan akurat tanpa perlu bertatap muka. Sebab, ASI Asia Pacific mengaplikasikan HR Technology yang memungkinkan setiap tahap dilakukan secara digital. Perusahaan bebas memilih jenis asesmen yang dibutuhkan bahkan untuk perekrutan dalam jumlah banyak. Bukan hanya itu, tugas lain seperti pengembangan karyawan dan kelayakan karyawan untuk promosi jabatan juga dapat menggunakan Assessment Center tersebut. 

0 komentar:

Posting Komentar