Selasa, 19 Januari 2021

Cara Melakukan Penghitungan Bunga Reksadana


Banyak orang yang memiliki investasi tanpa punya tujuan keuangan yang jelas. Akhirnya karena tidak ada rencana tertentu, mereka jadi enggan memantau perkembangannya. Banyak investasi yang pada akhirnya berakhir tanpa mendatangkan keuntungan sama sekali. Hal ini juga banyak terjadi pada investor yang bahkan tidak tahu berapa bunga reksadana yang mereka miliki.

Melakukan pencatatan hingga penghitungan bunga reksadana itu perlu. Bahkan investor kelas kakap seperti Warren Buffet pun melakukannya. Beberapa aplikasi penyedia reksadana bahkan menyiapkan simulator untuk memudahkan kamu menghitung perkiraan keuntungan berdasarkan kinerja masa lalu. Lantas bagaimana caranya jika ingin menghitungnya secara manual? Simak uraiannya berikut ini!

Ketahui Istilah-istilah Penting Dalam Reksadana

Sebelum mulai menghitung bunganya, pertama kamu harus mengetahui terlebih dahulu istilah-istilah penting dalam reksadana. 

● NAB/Nilai Aktiva Bersih. Dalam bahasa Inggris, NAB disebut sebagai Net Asset Value atau NAV. NAB menunjukkan jumlah nilai reksadana setiap harinya. NAB juga menunjukkan kinerja dari hasil kelolaan reksadana yang dilakukan oleh manajer investasi

●UP/Unit Penyertaan. Unit Penyertaan merupakan ukuran satuan unit reksadana. Investor diperkenankan membeli reksadana sesuai jumlah unit yang diinginkannya. 

● NAB/UP. NAB per Unit Penyertaan adalah harga dari portofolio reksadana kamu setelah dipotong biaya operasional lalu dibagi dengan jumlah saham dalam setiap unit penyertaan.

Nilai NAB/UP akan mengalami perubahan setiap harinya tergantung transaksi (baik pembelian maupun penjualan) reksadana yang dilakukan setiap harinya oleh para investor.

Cara Menghitung Bunga Reksadana

Agar lebih mudah memahami bagaimana cara menghitungnya, simak contoh kasus pada simulasi berikut ini!

Pada tanggal 1 Juni 2019, Pak Andi membeli reksadana ABCD senilai Rp10.000.000. Pada hari itu, NAB/unit reksadana ABCD adalah Rp5.000. Dengan nilai uang sebesar itu, maka jumlah unit penyertaan yang didapatkan oleh Pak Andi adalah sebesar Rp10.000.000/5.000=2.000.

Karena ada sebuah kebutuhan mendesak, pada tanggal 1 Januari 2020 Pak Andi menjual semua reksadana yang dimilikinya. Pada hari itu NAB/unit produk reksadana ABCD adalah Rp5.500. Dari seluruh penjualan maka uang yang didapatkan oleh Pak Andi adalah sebesar 5.500×2.000=Rp11.000.000.

Melalui simulasi tersebut dapat disimpulkan bahwa keuntungan investasi yang didapatkan Pak Andi adalah sebesar Rp1.000.000 atau 10% dari seluruh total investasinya di awal.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Reksadana

Mengetahui cara menghitung bunga reksadana bukanlah satu-satunya hal yang harus diketahui oleh seorang investor. Kamu juga harus mengetahui apa saja faktor yang dapat menyebabkan berubahnya kinerja sebuah produk reksadana.

Meskipun dianggap sebagai produk investasi yang cocok bagi investor pemula, sebaiknya calon investor tetap mengetahui bahwa nilai keuntungan yang didapatkan dari pasar reksadana tergantung pada:

Kinerja Pasar Modal

Kinerja pasar modal merupakan faktor yang memiliki pengaruh besar pada tinggi atau rendahnya tingkat bunga reksadana. Khusus di Indonesia, pergerakan pasar modal dapat dilihat dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Secara sederhana, jika pasar kondisinya baik, maka kinerja reksadana juga akan membaik. Begitu juga sebaliknya.

Tingkat Suku Bunga

Beberapa jenis produk reksadana keuntungannya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Perubahan tingkat suku bunga ini harus dipahami dengan jelas agar kamu bisa memilih produk investasi yang sesuai. 

Contohnya saja jika terjadi kenaikan suku bunga, reksadana pasar uang yang kebanyakan portofolionya berupa deposito umumnya akan menghasilkan keuntungan lebih banyak. Sebaliknya, saat suku bunga mengalami penurunan, nilai reksadana yang portofolionya berisi saham dan obligasi akan mengalami kenaikan. Ini akan membuat reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi.

Selain itu, manajer investasi sebagai pengatur portofolio reksadana juga biasanya mengenakan biaya seperti marketing hingga back-office kepada para nasabahnya. Jangan lupa untuk menghitung besaran biayanya juga. 

Itulah cara menghitung bunga reksadana untuk kamu yang ingin berinvestasi. Perlu diketahui jika produk reksadana terdiri dari beberapa macam. Jangan lupa pelajari faktor risikomu agar kamu bisa memilih jenis reksadana yang paling sesuai. Jangan menunggu lama-lama, ayo mulai investasimu sekarang juga!

Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran!

Bagi kamu yang ingin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Sebagai platform pengembangan dana yang optimal dengan bunga hingga 21% per tahun kamu dapat memulainya hanya dengan Rp100 ribu saja.


Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk syarat dan ketentuan dapat menghubungi (021) 5091-6006 atau email ke [email protected]

0 komentar:

Posting Komentar